Category: Awesomeness

Distraksi programmer ketika ngoding

Distraksi Programmer. Dont bother the coder - Commitstrip

Programming adalah pekerjaan yang tenaganya 90% dihabisnya untuk berfikir. Sisanya tentu untuk menggerakkan jari di papan ketik, menggerakkan tetikus, atau menggerakkan badan untuk membuat kopi. Oleh karna itu, pikiran yang jernih jadi aset paling berharga untuk para programmer.

Tak jarang, di banyak lowongan pekerjaan untuk programmer, kompetensi yang diperlukan tertulis “Mampu Bekerja Dibawah Tekanan”. Menggelitik. Memang tak salah dengan kalimat tersebut. Suka-suka si pencari programmer. Namun perlu dipahami. Bahwa dengan tekanan, kualitas kode justru akan berkurang. Ibarat ban bocor lebar yang ditambal dengan kualitas rendah. Rentan. Padahal, jangankan dengan tekanan. Dengan distraksi sedikit saja, bisa membuyarkan konsentrasi yang ujungnya ke produktifitas.

Hal paling nyaman ketika ngoding adalah ketika fikiran nyaman, tanpa distraksi, dan fokus pada kode yang ditulis. Ketika programmer sedang in the flow, setiap baris kode akan berada di dalam kontrol. Kualitas kode akan terjaga dan memuaskan. Disitulah keadaan dimana ngoding bisa menjadi sebuah hobi yang menyenangkan.

Sayangnya, keadaan tersebut sulit untuk dicapai. Tak hanya bagi programmer kantoran, tapi juga bagi para freelancer. Bagi yang ngoding di kantor, tak jarang ada programmer lain yang tiba-tiba bertanya perihal masalahnya, atau projek yang sedang digarap bersama. Belum lagi masalah meeting, makan siang, urusan aset, dll. Begitu juga freelancer, email yang masuk tiba-tiba, godaan facebook, distraksi dari orang rumah, tentu bisa menjadi gangguan tersendiri.

Distraksi-distraksi tersebut tentu sulit untuk dihindari. Namun, setiap programmer punya siasat tersendiri untuk hal-hal tersebut. Berikut gue coba tulis tips en trik versi gue :

Fokus

Fokus jadi hal paling sulit untuk dilakukan. Apalagi kalau sedang berperan sebagai full-stack developer. Sering ketika sedang mengerjakan back-end dengan PHP, harus membuka kembali bagian front-end yang mana adalah Javascript. Lalu muncul error karna memasukkan kode PHP di dalam Javascript.

Tentukan Goal

Hal ini menjadi sangat penting terutama ketika sedang bekerja secara berkelompok. Atur tujuan yang jelas, lalu bagi sejelas mungkin. Sehingga ketika harus kembali ke komputer dan mengerjakan kode masing-masing, frekuensi partner kembali bertanya secara tiba-tiba tentang projek akan berkurang (yah, meskipun tidak hilang sama sekali).

Singkirkan Distraksi

Twitter stream, halaman facebook, notifikasi email, notifikasi chatting whatsapp, akan sangat mengganggu. Matikan / mute untuk sementara.

Pastikan tugas yang dikerjakan menyenangkan

Untuk kasus dimana programmer punya pilihan untuk menentukan tugas yang diemban, ini menjadi hal yang cukup penting. Misal gue sendiri, lebih suka mengerjakan model dan controller ketika membuat projek web ketimbang mengerjakan hal-hal yang berkaitan langsung dengan tampilan. Hal tersebut akan membuat gue lebih jarang memindahkan tangan ke tetikus dan lebih fokus ke ngoding.

Demikian tips dari gue, yang kadang gue sendiri gak lakukan ?. Yang terpenting adalah jaga kesehatan. Sedikit sakit bisa mengganggu konsentrasi, terutama jika sakit gigi.



A Hectic Long Weekend

Long weekend kemarin gue disibukkan dengan satu projek freelance. Membuat e-commerce simpel. Projek yang pada umumnya dikerjakan sekitar sebulan, diringkas padet jadi 3 hari long-weekend karna klien butuh di Hari Senin.

Sempat kepikiran develop pake WordPress dan WooCommerce, tapi item-item yang dijual sangat enggak biasa. Item yang dijual berupa batik dengan motif-motif yang dapat diganti oleh pembeli. Jika pembeli sudah oke dengan motif yang “diutak-atik” sendiri, pembeli bisa melanjutkan proses checkout dan melakukan pembayaran.

Karna klien butuh cepet, maka pada akhirnya gue pilih Angular. Tinggal pasang route dan buat beberapa view, beres. Buat CSSnya gue minta bantuan Bootstrap untuk memudahkan tampilan grid view dan ngetik SCSS dengan bantuan scssphp. Untuk sistem gonta-ganti motifnya sendiri “terpaksa” gue pake Flash. Embed SWF di salah satu view karna gue gak akan sempet bikin pake Canvas HTML5 dalam sehari (fiturnya baru dipaparkan lebih lanjut di Malam Minggu). Gambarnya sendiri gue olah pake Photoshop, mainin Magic Wand dan Poligonal Lasso Tool buat potong-potong motif dan “maksain” nempelin ke baju.

(more…)


Mobile Friendly Test

Salah satu tools dari google yang cukup favorit buat ngecek apakah web yang kita bangun mobile friendly atau tidak. Tools tersebut akan menganalisa bagaimana website kita tampil di dalam perangkat mobile. Yang paling utama adalah apakah font menjadi terlalu kecil, atau pranala-pranala yang ada jaraknya terlalu dekat.

Bagi yang mau mencoba, silakan masukkan nama website di bawah ini

atau langsung saja ke https://www.google.com/webmasters/tools/mobile-friendly/