Tanggapan gue terhadap insan-insan yang menanggapi kenaikan BBM

Tanggapan kepada insan-insan dan bude-bude yang :

  1. “Naik sepeda aja, jalan kaki, gitu kok repot”
    BBM naik, yang harganya naik bukan cuma masalah trasportasi ya bude.
  2. “Makanya hemat, kerja keras biar penghasilan lebih.”
    Udah bude, kan kitorang juga kasian sama yang udah kerja keras tapi penghasilan dan gaji gak naik.
  3. “Kalian gak usah protes BBM naik kalo masih ngerokok dan gak bisa hemat.”
    Nah, bude. Instead of naikin harga BBM, kenapa gak naikin cukai dan pajak rokok berkali-kali lipat. Uangnya bisa buat subsidi BBM, kebutuhan pokok enggak naik, Indonesia bisa sehat tanpa kartu – kartuan.

Gue sendiri bukan protester garis keras yang menolak kenaikan harga BBM. Cuma memang sangat menyayangkan keputusan itu dikeluarkan oleh pemerintah dan bertentangan dengan janji mereka saat kampanye. Padahal solusi nomer tiga diatas gue pikir paling pas.

Semoga setelah BBM naik, pemerintah banyak yang bersikap seperti Pak Ridwan Kamil. 🙂

Comments

Kus says:

Ngerokok? an*jir Fief engkau menusuk tepat ke ulu hatikuh yang paling sensitif

afiefhere says:

enggak ih, itu ada kawan yang menanggapi kurang lebih begitu di fb.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.