Intel Realsense App Challenge

Tahun kemarin, gue ikut kompetisi Intel Perceptual Computing Challenge. Berhasil lolos phase pertama, dan dapet kamera 3D perceptual dari Intel.

Kamera ini kurang lebih hampir sama dengan kinect. Perbedaannya ada di ukuran yang lebih kecil, dengan SDK yang hanya mendeteksi tangan dan wajah. Namun kamera 3Dnya lebih detail dari Kinect. Bisa mendeteksi mimik wajah dan mood nya.

Nah, tahun ini, Intel ngadain kompetisi yang sama dengan nama yang berbeda. Intel Realsense App Challenge. Gue kembali lolos phase pertama, dan dapet kamera yang lebih cihuy dari kamera kemarin. Doakan semoga lolos phase selanjutnya ya. 🙂

Mood Programmer

Pas lagi bikin game, kadang gue bisa seharian cuma mikirin algoritma yang mau gua pake tanpa ada perkembangan kode sedikitpun. Tapi kadang juga gue bisa seharian full ngoding tanpa mikirin panjang algoritma gamenya. Semua bergantung mood dan game yang mau gue bikin.

Jadi, ngoding buat game itu bukan cuma perihal susah atau enggak. Tapi yang paling penting, moodnya pas atau enggak dengan konsep dan bahasa pemrograman yang mau dipake buat bikin gamenya. Cheers!

Objek Seni di Pasar Seni

Kami ke Pasar Seni ITB 2014  dengan topeng buatan tangan sendiri. Banyak yang bertanya beli dimana, atau sekedar pinjam. Beberapa kali cuma berdiri di tengah keramaian jadi objek seni buat anak-anak kecil yang merengek ke ibunya ingin topeng yang sama.

Insurgency

Salah satu FPS game di steam yang bikin gue betah main sampe berjam-jam. Paling cihuy LAN Party berempat atau lebih. Tiap pemain kawan menggunakan peran yang berbeda-beda. Kerjasama tim dan strategi dibutuhkan di game ini.

Mas Benci tapi Rindu

Jadi favorit baru dikala musim hujan. Mie Ayam Basonya juara.

Mie Ayam Baso Rp 12.000,-
Mie Baso Rp 10.000,-
Teh Botol Rp 3.500,-

Tanggapan gue terhadap insan-insan yang menanggapi kenaikan BBM

Tanggapan kepada insan-insan dan bude-bude yang :

  1. “Naik sepeda aja, jalan kaki, gitu kok repot”
    BBM naik, yang harganya naik bukan cuma masalah trasportasi ya bude.
  2. “Makanya hemat, kerja keras biar penghasilan lebih.”
    Udah bude, kan kitorang juga kasian sama yang udah kerja keras tapi penghasilan dan gaji gak naik.
  3. “Kalian gak usah protes BBM naik kalo masih ngerokok dan gak bisa hemat.”
    Nah, bude. Instead of naikin harga BBM, kenapa gak naikin cukai dan pajak rokok berkali-kali lipat. Uangnya bisa buat subsidi BBM, kebutuhan pokok enggak naik, Indonesia bisa sehat tanpa kartu – kartuan.

Gue sendiri bukan protester garis keras yang menolak kenaikan harga BBM. Cuma memang sangat menyayangkan keputusan itu dikeluarkan oleh pemerintah dan bertentangan dengan janji mereka saat kampanye. Padahal solusi nomer tiga diatas gue pikir paling pas.

Semoga setelah BBM naik, pemerintah banyak yang bersikap seperti Pak Ridwan Kamil. 🙂

Spirit yang mulai menggelora

Sudah lebih dari 6 tahun gue ada di Bandung. Awalnya memang terasa biasa aja. Kenal tim sepakbola bandung juga biasa aja. Tapi ketika mulai mencintai Bandung, itu artinya mulai mencintai isinya.

Hari ini kejebak macet hampir sejam berkat penyambutan Pemain Persib oleh Bobotoh di Bandara Husein. Tapi gue masih bisa mentolerir itu. Ada spirit yang menggelora ketika Persib jadi juara ISL 2014.

Jadi Mesin

Malam tadi gue ama Dara ke Game Master. Memperhatikan beberapa orang yang berulang kali gagal bermain Triplet Catcher Ice Cream. Dara udah ngajakin gue keluar, tapi gue ngeliat kesempatan yang gak diliat orang lain. Sebuah Magnum dengan rongga bawah yang cukup lebar di pojokan salah satu box di dalam mesinnya.

Gue gesek kartu Game Master, geser si catcher sampai mentok, lalu tekan tombol eksekusinya. Dara yang masih berkata “gak akan dapet” ketika si catcher udah setengah jalan ke bawah, berubah takjub. Akhirnya dapet, setelah sekian lama gagal memainkan mesin seperti ini.

Luck is what happens when preparation meets opportunity. ~ Seneca

Demi Kemaslahatan Perut #2

Akhir-akhir ini gue lagi suka masak. Masak apapun yang kira-kira masakable. Mulai dari “sandwich” telur, nasi goreng bumbu instan, sampe midog yang keasinan. Ditambah gue kini tinggal selangkah jadi Family Man. Kalau dihubungkan dengan kebutuhan primer yang gue tau dari jaman SD dulu, maka memasak adalah kemampuan primer nomer dua setelah menjahit. Menjahit untuk memenuhi kebutuhan sandang, memasak untuk kemaslahatan perut, dan membuat rumah untuk kebutuhan papan. 🙂

Adik Ketemu Gede

Rata-rata temen gue punya adik dengan jarak yang gak begitu jauh. Mulai dari beberapa menit (karna mereka kembar), sampai ada yang 12 tahun. Sejauh ini gue belum nemu temen yang jarak dengan adiknya lebih jauh dari gue. 18 tahun. Yang lahir ketika gue hampir lulus SMA.

Meskipun waktu itu sekeluarga gak nyangka kalo ibu gue bakal hamil lagi, tapi kehadiran adik yang ketemu ketika gue udah gede ini bener-bener ngisi rumah yang sepi, karna dua dari tiga anak lainnya udah pada lulus kuliah. Sejak dulu Tuhan sudah tau gue bakal jarang pulang ke rumah. Lalu Dia turunkan teman kecil untuk menyalakan rumah, dan menambah kerinduan gue buat pulang.